No right-clicking please! (:
Please ask instead! :D

WELCOME
tHe cHronicLes 0f tYas
cuma pengen cuap-cuap

Welcome to akulahtyas.blogspot.com.

this is my personal blog

ini tentang aku dan kehidupanku :D
dan tentu saja dengan kehidupan baruku sekarang,,
kehidupan baru bersama seseorang yang kusayangi, suamiku
ini bukan soal narsisme,,
ini soal diriku sendiri

Other than that, enjoy yourself! :D



Blog
Kesiapan Nikah

31 Oktober 2008;
Terkadang apa yang kita perjuangkan tidak selamanya membuahkan hasil yang kita inginkan.Banyak keinginan kita yang Allah tunda kedatangannya, bahkan ada yang keinginannya tersebut Allah ganti dengan kehendak-Nya. Yakinlah bahwa pilihan Allah itu adalah pilihan terbaik, pilihan Allah itu adalah pilihan yang paling terbaik, berhusnudzonlah terhadap yang Allah berikan kepada kita.Yang jelas jika keinginan kita tidak tercapai, janganlah sekali-kali untuk menyesali hal tersebut.

Ane pernah dengar sebuah nasihat pernikahan dari Quraiys Shihab, menurut beliau jodoh itu bukan dilihat dari kemiripan muka, bukan dilihat dari wajah yang mirip antara laki-laki dan perempuan tersebut. Tapi jodoh itu dilihat dari kemiripan kebiasaan kehidupan sehari-hari kita, misalkan orang yang suka dhuha pasti akan berjodoh dengan orang yang suka dhuha pula, begitu juga orang yang suka bershaum senin-kamis, maka Allah akan menjodohkannya dengan seseorang yang suka shaum senin-kamis juga. Allah mendasari perjodohan kita dengan sebuah kebiasaan kita, kebiasaan yang senantiasa berbuah kemanfaatan. Maka, jika kita ingin berjodoh dengan perempuan/ laki-laki yang saleh/ah maka yang pertama harus kita lakukan adalah bermuhasabah diri, sejauh mana tingkat keshalehan kita, sejauh mana penghambaan diri kita kepada Allah. Jangan sampai kita meminta jodoh yang shaleh/ah tapi kondisi iman kita jauh dari makna tersebut. Allah berfirman:
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (An Nur 26).

yang kedua yang harus kita lakukan dalam mencari jodoh adalah memperhatikan kelurusan niat kita. hal ini sangat penting sebgai dasar pondasi kita kedepan dalam membangun rumah tangga, jangan sampai niat kita hanya sebatas, maaf hanya mencari nafkah batin saja. tapi diluar itu essensi dari sebuah pernikahan adalah mengharapkan ridho Allah dengan cara mengikutu sunnah yang telah Rasul ajarkan. Tentunya hal tersebut juga harus di raih dengan cara yang halal.

Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).


"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).


Ketiga kita harus bisa mempersiapkan bekal. dalam artian nikah bukan sekedar ceremonial semata, tapi nikah mengajarkan kita untuk mempersiapkan ilmu, mental dan harta. Dengan ilmu akan menjadikan manusia lebih mengerti makna dan hakikat dari pernikahan yang akan mengiringkan mereka ke jalan keberkahan, karena didalamnya ilmu akan senantiasa menjadi penunjuk arah mau kemana pernikahan tersebut mau di bawa. Mental yang siap akan mengarahkan perubahan status personal menjadi status sosial, dimana didalamnya akan membagi kita menjadi seorang suami/isteri, ayah/ ibu, keluarga dan komunitas baru di kehidupan sosial di tengah-tengah masyarakat Mental kuat akan lebih mengantarkan kita menuju kesiapan perubahan status sosial tersebut, berbaur dengan kehidupan kompleks yang tentunya sering dibumbui dengan permasalahan personal, intrapersonal bahkan interpersonal. Harta walaupun bukan hal yang utama dalam pernikahan memiliki peranan penunjang yang akan memfasilitasi terbentuknya kebutuhan primer keluarga. Harta ini sangat berperan ketika harta yang kita peroleh tidak dijadikan sebagai alat pemuas kebutuhan rumah tangga, tapi kebutuhan akan harta ini senantiasa harus menjadi rujukan dalam upaya pertanggungjawaban kita dalam menafkahi keluarga. Kebutuhan ini memamg tidak mendasar, tapi setidaknya ketika kita punya penghasilan tetap tanggungjawab sebagai imam keluargapun terpenuhi.





sumber :







drop me a m@il here |

0 comments:

post a comment



About me
the other side of me




tak ada manusia yang terlahir sempurna
Tuhan pasti kan tunjukkan kebesaran dan kuasa Nya



keinginanku

bahagia dunia akhirat
suami ku selalu menyayangiku
segera punya anak
selalu tercukupi kehidupan keluarga kami


The Chatterbox
tinggalkan jejakmu:D





Linkies
The Sweet Escape
My Little LoveMates~ ;D

Evita Nuh
bena
emoticon
Friend
Friend


Memories
Rewind back!

Oktober 2008
November 2008
Desember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
Oktober 2009
November 2009
Januari 2010
Mei 2010
Juni 2010


Credit
Thank You!

Designer: Yours Truly♥
Icons: I II III IV V
Others: 1 2
Hosts: x x x

*Please DO NOT remove the credits!
Thanks a lot! :D