Ternyata kodok itu ngorek gak di pinggir kali aja, di tmptku skrng yg di daerah depok...ya termasuk agak kota dikit, klo musim penghujan bgini banyak kodok jg.
Suara kodok mngingatkanku suasana di desa wkt dl, ya maklumlah aku kan termasuk
wong ndeso alias kutu kupret (ktanya Tukul), yg mencoba hdup di kota tuk mencari harapan sinar terang masa depan.
Klo ngomonk2 soal kodok, mnurutku suara kodok lebih merdu drpada suara musik yg
gedubrak-gedubruk gak karuan. Suara kodok lebih alami, dan membuat hati ini damai dan tenang. Lagi pula kata pak ustad nih, smua hwan & tumbuhan di dunia ini berdizkir pd Allah, ya termasuk si kodok ini.
Tp ada juga loh kodok2 yg bisanya cuman berkoar dan bnyk memberi janji2, tapi hasilnya
nggedebus (alias omong kosong doank). Ya kyk smacem kodok-kodok berdasi itu, yg ktanya "wakil rakyat alias pejabat negara". Dulu pas waktu kampanye
gembar-gembor (berkoar) tentang ini, itu dan anu. Mau mengini'in ini, mau mengitu'in itu, mau menganu'in anu dan lain sebagainya. Tapi klo udah kepilih, wahhh...wahh..wahhh...dah lupa ama janji2 dulu.
Makanya klo di daerahku, kodok banyak yg dijadikan makanan dan ada yg di sate, yg pling terkenal namanya "SWIKE",
kta org sih enak bagi yg doyan.Apa perlu kita sate aja para wakil rakyat dan pejabat yg bisanya cuma berkoar kayak kodok, yg tdk mau menerima aspirasi rakyatnya dan selalu korupsi itu..!!!"yahhh... tak tau lah...
mau dbawa kmana bangsa ini..."
Maaf yaa....agak mngkritik dikit...aku mau kluarin unek2 di hatiku aja.
by : @ndot