No right-clicking please! (:
Please ask instead! :D

WELCOME
tHe cHronicLes 0f tYas
cuma pengen cuap-cuap

Welcome to akulahtyas.blogspot.com.

this is my personal blog

ini tentang aku dan kehidupanku :D
dan tentu saja dengan kehidupan baruku sekarang,,
kehidupan baru bersama seseorang yang kusayangi, suamiku
ini bukan soal narsisme,,
ini soal diriku sendiri

Other than that, enjoy yourself! :D



Blog
betapa mulia ny wanita,,

18 Desember 2008;
Aku dapet email dari mbak suryati,,
Makna Sebuah Cinta dan Tanggung Jawab
oleh Jonilis_effendi


------------ ---

Adakah yang lebih membahagiakan bagi seorang perempuan yang sudah menikah selain dari menjadi seorang ibu? Menjadi ibu bukan hanya lantaran alasan bilogis semata, tapi jauh dari itu adalah kesungguhan untuk membuktikan cinta yang paling agung. Lekatan cinta antara ibu dan anaknya tak akan pernah dapat dilerai oleh apapun walau sekaliber maut sekalipun. Manusia mana selain daripada Nabi Adam yang tidak memiliki ibu?

Sungguh, setiap kali menyebut “ibu” membuat dada ini bergetar, ada nuansa sejuk yang mendamaikan. Ya, ada cinta di sana dan tumpuan kasih sayang seperti aliran sungai dari gunung yang tak akan pernah kering menuangkan air cinta itu ke muara yang dahaga.

Ibu menjadi simbol akan makna cinta sejati, lautan kasih sayang yang tak pernah mengenal kata tepi. Sungguh, setiap membaca kisah “ibu-ibu” yang lain, dalam pembuktiaan akan makna lautan cinta itu membuat bola mata ini terasa panas dan dada bergemuruh pada kerinduan yang membuncah. Ibu, di dekap dadamu bersemayam semua kedamaian.


Dadamu selalu lapang bagi semua keluh-kesah anakmu yang mencari pengakuan yang di luar sana selalu menjadi bahan cacian dan ejekan kebengisan dunia. Tak ada cinta yang mampu menandingi cintamu. Dan sebesar apapun bakti kami, namun itu tak akan mampu menebus setetes air susu yang engkau aliran dari tubuhmu yang menjadi darah daging di tubuh kami.


Dan wahai para ibu, beruntunglah karena Allah dan rasul-Nya telah menempatkan posisimu penuh dengan untaian mutiara kemuliaan yang tak ada tanding dan bandingnya. Percayalah keniscayaan pada kemuliaan hati itu akan mendapat imbalan yang setimpal, bahkan lebih dari segala kemuliaan yang pernah disematkan kepada orang-orang pilihan dari pengikut agama hak ini. Berikut ini untaian bingkisan cantik untuk para ibu.


Aisyah ra berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Saw, siapakah yang lebih besar haknya terhadap perempuan? Jawab Baginda Saw, "Suaminya." "Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?" Jawab Rasulullah Saw, "Ibunya."


Perempuan apabila salat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat pada suaminya, masuklah dia dari pintu surga dari mana saja yang dia kehendaki.


Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah Swt memasukkan dia ke dalam surga lebih dahulu daripada suaminya (10.000 tahun).

Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah Swt mencatatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 keburukan.


Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah Swt mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah Swt.


Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ketika ibunya melahirkannya. Ibu yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.


Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.


Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1000 lelaki yang jahat. Dua rakaat salat perempuan yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat salat perempuan yang tidak hamil.


Saya membaca sebuah feature di harian lokal (Riau Pos) yang begitu menyentuh. Kisah seorang ibu yang bekerja sebagai buruh operasional kebersihan (OP) Kota Pekanbaru. Memang sudah lumrah adanya, bahwa para pekerja PO itu sebagian adalah perempuan.

Dan kita hampir setiap hari akan mendapati mereka sedang bekerja menyapu trotoar, merapikan taman-taman kota, mengumpulkan sampah-sampah di jalan dan pasar sampai harus memandikan lutut mereka di dalam air got yang begitu tak enak baunya. Mereka melakukan itu dengan kesungguhan dan seakan-akan tak pernah memperdulikan tatapan mata orang-orang yang kebetulan lewat atau sengaja memperhatikan mereka bekerja.

Ibu itu bernama Ginawarti (40-an), ibu dari lima orang anak, isteri dari seorang yang tak tetap pekerjaannya dan lebih banyak sebagai pengangguran, dan hanya tamatan sekolah dasar. Sebuah biografi yang lumrah kita dapati pada pekerja kasar seletingan dengan pekerjaan ibu Ginawarti karena memang pekerjaan seperti itu tidaklah menuntut skil yang mempuni, cukup berbekal kemauan dan tahan untuk mendapat perhatian yang tidak semestinya ketika bekerja. “Asal dapat bekerja dan anak-anak bisa makan, cukuplah,” pengakuannya polos.


Namun bukan itu yang membuat tulisan Pak Muslim Kawi (seorang jurnalis senior di Riau) terasa hidup dan patut dibaca. Agaknya kejelian dan insting jurnalis mantan ketua PWI Riau itu bisa menangkap ada sisi humanisme yang luar biasa dari sosok ibu kita ini.

Ketika itu, tubuhnya yang taklah begitu berisi, muka pucat dan penuh bermandi peluh, sekali-kali dia berdiri memegangi perutnya yang sakit, bahkan untuk duduk saja waktu akan diwawancari perempuan perkasa itu harus dibantu oleh temannya. “Walau sakit ginjal sudah beberapa tahun, obatnya berendam di air parit saja,” ibu itu tersenyum pucat menyembunyikan rasa sakitnya di balik ketegarannya. Dengan gaji 22 ribu per hari, dia harus memberi makan 3 orang anaknya (2 orang sudah menikah).


Tentulah gaji sebesar itu tidaklah cukup memenuhi kebutuhan keluarga apalagi suaminya sudah lama menganggur. Karena cinta dan tanggung jawab untuk membantu menopang keberlangsungan keluarga, rasa sakit menahun itu ditahan-tahannya. Ibu, cinta itu adalah hanya milikmu dan bakti anak-anakmu tak akan pernah mampu menandingi.


Setelah membaca kisah ibu pekerja OP itu, mata ini berkaca-kaca. Ada rindu yang tiba-tiba menyeruak di dada. Pikiran ini dengan cepatnya membaca raut muka yang pucat dan sering bermandi peluh milik dari seorang perempuan yang teramat saya cintai. Beliau tidak pernah mengeluh akan penyakitnya, rematik dan nafas sesak, walau hampir setengah hari bermandi panas mentari di tengah sawah, kadang-kadang ketika rombongan kelalawar sudah berbondong menyongsong malam baru tubuh letihnya menghampiri pintu rumah.


Belum lagi urusan rumah yang tak pernah selesai oleh dua orang anak perempuannya, dan aku biasanya tak pernah memikirkan pekerjaan rumahan. Namun beliau masih tetap turun tangan, dan kepayahan itu tetap melekat di tubuhnya yang semakin rapuh yang bertambah-tambah sampai detik ini. Ah, ibu, kapan anakmu ini mampu membalas setitik air susu kasihmu dan menyenangkanmu dari semua kesusahan yang menyesakkan itu?

Tik, air bening itu merembes dari pelupuk mata ini yang terasa disulut bara ketidaksanggupan untuk membuktikan cinta ini kepadanya. Doakanlah anakmu ini ibu agar bisa segera mampu membalas lautan cintamu.


Dan cinta untukmu Ibu tak akan pernah tergantikan







drop me a m@il here |

15 comments:

ibu sungguh berarti dirimu..
habis baca postigan kmu, jadi kangen ma2 dirumah...

by Blogger Beni, @ 18 Desember 2008 pukul 12.33  

sungguh mulianya seorang ibu, kasihnya tiada tara dan gak bisa kita bayar dng apapun, walaupun dgn sgunung emas.
ingatlah di saat ibu kita mengandung sampe melahirkan, semua kekuatan, harta benda sampe nyawa beliau pertaruhkan.
Berbahagialah bagi yg masih mempunyai ibu, jgn sampe kita durhaka kepada beliau, bahagiakanlah beliau.
"Mak" (ibu) di tanah rantau ku slalu ingat akan petuahmu..ku slalu mendoa'kanmu, smoga di sana ibu sehat wal'afiat slalu dlm lindungan Allah.
"Allahumagfirli waliwalidayya warhamhu mahama rabbaya nisoghiro" Amin ya Allah ya rabbal alamin.

by Blogger cintaku, @ 18 Desember 2008 pukul 12.44  

#beny "goblog" : beruntung ny dikau masih punya ibu,,,

#cintaku : kelak, Q juga kan jadi ibu,, bisa kah Q juga minta do'amu???

by Blogger tYas, @ 18 Desember 2008 pukul 13.31  

Semoga tYas bisa jadi wanita seperti yang dijabarkan di aras ya..
salam buat mas nya. hehehe

by Blogger Luthfi, @ 18 Desember 2008 pukul 22.17  

di atas maksudnya. hehehe.

by Blogger Luthfi, @ 18 Desember 2008 pukul 22.21  

hihihi,,,

makasih iah luthfi buat do'a ny...

ho oh,, tar Q sampein salam nya,,,

by Blogger tYas, @ 19 Desember 2008 pukul 09.06  

Ais.. kata-katanya.... :P

by Anonymous Anonim, @ 20 Desember 2008 pukul 07.16  

Hmm... Makasih postingannya Tyas...

Mengingatkan pada ibu yang jauh disana... Jadi kangen...

by Anonymous Anonim, @ 20 Desember 2008 pukul 17.50  

hehehe tumben posting serius

pengen jadi ibu ya mbak?
bapaknya mana?

**ngacir**

by Blogger vachzar, @ 20 Desember 2008 pukul 21.29  

wadoo ..
panjang nian postinganny ..
tp, bagus bgd ku' ..
terharu ak bacany.
jd makin syngss ma mamah. ^^

mbak, tukeran link yuu ..
byr keep kuntt'.
hhe,

by Blogger Kizsee Kiseki, @ 22 Desember 2008 pukul 09.57  

sepertinya sudah siap jadi ibu??

salam kenal..
tukeran link yukz..

by Anonymous Anonim, @ 22 Desember 2008 pukul 22.54  

semoga berbahagia dengan cintaNya...

by Blogger pojokjambi, @ 22 Desember 2008 pukul 23.42  

i luv ma mommmm!!!

by Anonymous Anonim, @ 24 Desember 2008 pukul 16.36  

suka ngerasa dosa g sih klo ngeliat prjuangan ibu kita yg trkadang suka kita sdikit krg ajarin.. hiks..

by Blogger Ike, @ 25 Desember 2008 pukul 10.56  

-subhanallah.. . gue jadi kangen sama emak gue... hueeee~ emak!! Maavin anakmu yg bandel ini!! Emak... huhuuu~

-seorang sahabat Rasulullah bertanya, “siapakah yang harus aku hormati setelah Allah, dan engkau, ya Rasullah?”, Rasulullah menjawab, “Ibumu.”, kemudian sahabat bertanya lagi, “lalu setelah itu siapa ya Rasulullah?”, Rasulullah mejawab ,”Ibumu.”, sahabat bertanya lagi, “setelah Ibu siapa lagi ya Rasulullah?”, Rasulullah menjawab, “Ibumu, baru setelah itu Ayahmu....”

-hadist shahih yg selalu ngebuat gue sadar, btpa mulianya Ibu di mata Allah dan Rasul-Nya..

by Blogger dek siti, @ 3 Januari 2009 pukul 18.42  

post a comment



About me
the other side of me




tak ada manusia yang terlahir sempurna
Tuhan pasti kan tunjukkan kebesaran dan kuasa Nya



keinginanku

bahagia dunia akhirat
suami ku selalu menyayangiku
segera punya anak
selalu tercukupi kehidupan keluarga kami


The Chatterbox
tinggalkan jejakmu:D





Linkies
The Sweet Escape
My Little LoveMates~ ;D

Evita Nuh
bena
emoticon
Friend
Friend


Memories
Rewind back!

Oktober 2008
November 2008
Desember 2008
Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Mei 2009
Juni 2009
Juli 2009
Agustus 2009
September 2009
Oktober 2009
November 2009
Januari 2010
Mei 2010
Juni 2010


Credit
Thank You!

Designer: Yours Truly♥
Icons: I II III IV V
Others: 1 2
Hosts: x x x

*Please DO NOT remove the credits!
Thanks a lot! :D